Sedikit review yg gak penting tentang novel si sepai James Bond oleh Ian Fleming... karena udah pernah ada filmnya, jadi mungkin lebih tepatnya perbandingan antara buku dan film, haha. Selain dari segi setting waktu yg pastinya beda, novel ini diawali dengan sekilas kejadian di casino, yang (seingat saya) kalau di film awalnya kejadian di ruangam sepi :p... hmm apakah saya harus memberi spoiler alert?
Cara matinya Vesper, kejadian di airport, cewek lain xd, itu beda dan bagian pas Bond vs leChiffre berjudi sepertinya lamaa...bgt kalau di buku. Yah krn sy masih noob dalam mereview novel, kalau yang berminat silahkan baca saja bukunya (zzz..zzz) dan lupakan review ngaco yg maybe, will make me regret writing some time...
Zzz..zzz.. tunduh ah
Stay Putiful
Kopi, kucing, gambar, games, crochet, lagu klasik
Thursday, February 11, 2016
Casino Royale
Wednesday, January 6, 2016
Pengelolaan wc kucing
Beginilah pengelolaan wc kucing (cat litter) ala saya... ada beberapa hal yang harus diperhatikan dari pengelolaan wc ini :D
1. Siapkan alat dan bahan
Alat: sediakan baskom plastik berbentuk kotak setinggi kurang lebih 10 cm, lebar x panjang 20x30 cm, warnanya bebas. Saya pilih yg terbuat dari plastik supaya bisa dicuci dan disikat. Sediakan juga sendok pasir (untuk mengambil pasir kotor dan pup), gelas plastik bekas (untuk mengambil pasir bersih), sarung tangan karet, ember, keranjang yang ada lubang2 kecil (sediakan untuk mengeringkan pasir yang sudah dicuci).
Bahan: pasir zeolit yang bisa dicuci, saya lebih cenderung ke pasir ini daripada pasir wangi karena selain lebih murah juga bisa dipakai ulang, jadi ga buang banyak sampah. Siapkan juga deterjen dan pemutih berbahan dasar NaOCl untuk mencucinya.
Masukkan pasir bersih sebanyak kira-kira ketinggian 4-5 cm di kotaknya.
2. Ajari kucing untuk buang air di pasir
Personally, cara saya mengajari kucing pup di pasir adalah menaruh pasir di kandangnya sejak dia kecil (kira-kira usia 2 bulan), tiap pagi dan malam sesudah makan. Dalam waktu seminggu pengalaman saya, waktu dia keluar kandang dia sudah bisa buang air di kotak pasir yang disimpan di luar kandang.
3. Simpan kotak pasir di tempat yang jauh dari tempat kita beraktivitas
Sebaiknya disimpan di tempat kering seperti laundry room (ruangan di rumah yg ada mesin cucinya, tong sampah dan tempat cuci piring), atau di kebun tapi harus agak mojok, karena kucing tidak suka kalau pup sambil diintip dan diintai ^^;
4. Membuang hasil ekskresi kucing
Nah, bagian ini memang agak ribet dan membutuhkan ketelatenan. Kucing biasanya pipis beberapa kali sehari dan pup 2x sehari, tiap sore dan pagi. Untuk membersihkan wcnya, pup yg sudah ada di pasir kita sisihkan, pungut bisa menggunakan sendok pasir, bisa pakai sumpit, bisa pakai sarung tangan karet, dan buang. Dibuangnya juga bisa ke tukang sampah (masukkan dulu ke kertas/kresek dan tutup rapat, disatukan dengan sampah organik) atau bisa dikubur di kebun. Jangan sekali-kali membuangnya ke selokan, karena pasirnya bisa menyumbat saluran air (kecuali kalau pupnya benar-benar dibersihkan dulu dari pasir... tapi... males bangettt).
Kalau untuk pipisnya.... nah bagian pasir ber-urine inilah yang harus dicuci ^^.
5. Mencuci pasir zeolit
Masukkan pasir yang sudah dipakai pipis oleh kucing ke ember berisi air, usahakan perbandingan pasir dengan air, jangan terlalu banyak pasirnya. Pastikan tidak ada lagi feses kucing di pasir kotor tersebut. Setelah itu aduk pasir dengan peranti berbentuk panjang atau pakai tangan yang sudah menggunakan sarung tangan karet, buang airnya, sisihkan pasir, isi lagi dengan air bersih, baru tambahkan deterjen. Aduk-aduk lagi dan bilas sampai bersih, sampai deterjennya hilang dan air menjadi jernih. Masukkan pemutih (desinfektan) ke pasir yang sudah terendam air dan biarkan selama 3-6 jam. Setelah itu aduk-aduk lagi, bilas dengan air bersih sampai 3x, atau kalau saya kadang membersihkan bagian ini saat hujan, jadi pakai air hujan yang ditampung supaya hemat air ^^. Lalu dikeringkan dengan memasukkan pasir itu ke keranjang yang lubangnya cukup (jangan sampai pasirnya lolos).
Setelah dikeringkan di sinar matahari sampai kering (sesuai keadaan, hehe) baru pasir bisa dipakai lagi.
Semoga bermanfaat...
Monday, December 28, 2015
Oldies but goodies
Entah ini review atau opini. Dari jaman SMA saya sangat menyukai lagu-lagu dan penyanyi yang populer tahun 1950-60an, dan versi lagu, apakah itu lagu standar yg dinyanyikan oleh si penyanyi tersebut, atau lagu dia sendiri. Mungkin gara2 waktu dulu les electone (yang populer taun 90an), selalu dikasih partitur lagu klasik pop ya? Definitely...
Penyanyi pria yang menurut saya ok banget di jamannya dan sampai sekarang lagunya masih enak didengar, diantaranya Frank Sinatra (beliau sih udah nyanyi dari 1930an ya), Nat King Cole, Johnny Mathis, Matt Monro, dan Engelbert Humperdinck (walaupun saya ga banyak tau lagu nya Engel-sama, tapi I think, suaranya keren banget). Andy Williams, Tony Bennett dsb, sebenarnya juga keren, tapi versi2 lagu standar yang dinyanyikan mereka ga cocok aja sama gelombang otak saya haha (tp Just in Time bagus kok versi aki Tony ^^). Dan sebetulnya juga masih banyak yang enak didengar macam Tom Jones (cuma tau Delilah, Help yourself, sama I never fall in love aja sih)
Kalau dari ladies side saya bilang Doris Day, Caterina Valente, Connie Francis, punya ciri khas masing2 yang bikin lagu2 mereka bagi saya mantap banget... apalagi suaranya tinggi2. Haha. Tapi, ya itu, ladies yang lain, misal Julie London atau Rosemary Clooney dll juga asik kok lagu2nya.
Next I'll review satu-satu dari mereka, to be continued. Yay!
Sunday, November 1, 2015
Review kopi 1
Kopi yg mau direview disini adalah Excelso Robusta gold, tingkat kehalusan bubuk/ground. Dari kemasan bisa dilihat bahwa kopi ini tipenya bold and smoky, body full, acidity minimal. Apa artinya itu? Well, lebih baik kita cicipi sahaja ^^.
Kopi ini ada kemasan 200 g dan 100 gram. Cara menyeduh kopi bubuk ground halus yang biasa saya pakai adalah dengan menggunakan kertas filter dan dripper - biasanya drippernya pake corong, haha - tapi semenjak drippernya sudah punya, sekarang nggak pakai corong lagi ^^. Kertas filter bisa didapat di toko barang2 impor atau alat rumah tangga di mall terdekat Anda. Cara membuat drip coffee pakai dripper sendiri bisa dilihat di web2...
Kopinya sendiri... biasanya setelah dpt drip nya yg bebas ampas, saya coba dulu air kopi tanpa gula dan tambahan lainnya. Rasanya pahit, sepet, wanginya bold kyk tanah gitu. Sesudah dikasih gula dan susu, lebih enak (krn penulis memang suka latte), tapi rasa pahit khas kopinya masih juga terasa. Kl dikecap di mulut, beneran asemnya hampir sama sekali ga ada. Lebih ke pahit daripada asam. Utk yg ga suka asam, mungkin bisa dicoba nih kopi.
Efek ke bodi... hmm, it's fine. Ga ada gemetar yg biasanya kerasa habis minum kopi lain (yg nanti mungkin akan ditulis juga di blog ini). Tp ada sedikit deg2an. Dengan catatan, takaran kopinya 1 sendok makan dan 150 ml air panas, gula putih 1 sendok teh... kalau lebih banyak mungkin efeknya beda, ya? Coba saja sendiri ^^
Yang okenya, kopi ini ga bikin perut kembung krn asamnya... krn saya juga kadang2 suka perih lambung. Jadi kl untuk perut kopi ini lumayan bersahabat. Tapi kalau lagi sakit maag parah sih sebaiknya jangan coba2 ngopi.
Kesimpulannya, menurut saya nih kopi oke, gak bikin perut uneasy, mudah didapat, dan ada kemasan kecilnya yg 100 g jd bisa coba2 dulu. Lebih enak pake coffee maker/drip daripada seduh langsung. Tapi bagi yg suka nikmatin kopi yg gak pahit dan suka asem2 kopi, sepertinya boleh pilih tipe lain.