Monday, December 28, 2015

Oldies but goodies

Entah ini review atau opini. Dari jaman SMA  saya sangat menyukai lagu-lagu dan penyanyi yang populer tahun 1950-60an, dan versi lagu, apakah itu lagu standar yg dinyanyikan oleh si penyanyi tersebut, atau lagu dia sendiri. Mungkin gara2 waktu dulu les electone (yang populer taun 90an), selalu dikasih partitur lagu klasik pop ya? Definitely...
Penyanyi pria yang menurut saya ok banget di jamannya dan sampai sekarang lagunya masih enak didengar, diantaranya Frank Sinatra (beliau sih udah nyanyi dari 1930an ya), Nat King Cole, Johnny Mathis, Matt Monro, dan Engelbert Humperdinck (walaupun saya ga banyak tau lagu nya Engel-sama, tapi I think, suaranya keren banget). Andy Williams, Tony Bennett dsb, sebenarnya juga keren, tapi versi2 lagu standar yang dinyanyikan mereka ga cocok aja sama gelombang otak saya haha (tp Just in Time bagus kok versi aki Tony ^^). Dan sebetulnya juga masih banyak yang enak didengar macam Tom Jones (cuma tau Delilah, Help yourself, sama I never fall in love aja sih)
Kalau dari ladies side saya bilang Doris Day, Caterina Valente, Connie Francis, punya ciri khas masing2 yang bikin lagu2 mereka bagi saya mantap banget...  apalagi suaranya tinggi2. Haha. Tapi, ya itu, ladies yang lain, misal Julie London atau Rosemary Clooney dll juga asik kok lagu2nya.

Next I'll review satu-satu dari mereka, to be continued. Yay!

Sunday, November 1, 2015

Review kopi 1

Kopi yg mau direview disini adalah Excelso Robusta gold, tingkat kehalusan bubuk/ground. Dari kemasan bisa dilihat bahwa kopi ini tipenya bold and smoky, body full, acidity minimal. Apa artinya itu? Well, lebih baik kita cicipi sahaja ^^.

Kopi ini ada kemasan 200 g dan 100 gram. Cara menyeduh kopi bubuk ground halus yang biasa saya pakai adalah dengan menggunakan kertas filter dan dripper - biasanya drippernya pake corong, haha - tapi semenjak drippernya sudah punya, sekarang nggak pakai corong lagi ^^. Kertas filter bisa didapat di toko barang2 impor atau alat rumah tangga di mall terdekat Anda. Cara membuat drip coffee pakai dripper sendiri bisa dilihat di web2...

Kopinya sendiri... biasanya setelah dpt drip nya yg bebas ampas, saya coba dulu air kopi tanpa gula dan tambahan lainnya. Rasanya pahit, sepet, wanginya bold kyk tanah gitu. Sesudah dikasih gula dan susu, lebih enak (krn penulis memang suka latte), tapi rasa pahit khas kopinya masih juga terasa. Kl dikecap di mulut, beneran asemnya hampir sama sekali ga ada. Lebih ke pahit daripada asam. Utk yg ga suka asam, mungkin bisa dicoba nih kopi.

Efek ke bodi... hmm, it's fine. Ga ada gemetar yg biasanya kerasa habis minum kopi lain (yg nanti mungkin akan ditulis juga di blog ini). Tp ada sedikit deg2an. Dengan catatan, takaran kopinya 1 sendok makan dan 150 ml air panas, gula putih 1 sendok teh...  kalau lebih banyak mungkin efeknya beda, ya? Coba saja sendiri ^^
Yang okenya, kopi ini ga bikin perut kembung krn asamnya... krn saya juga kadang2 suka perih lambung. Jadi kl untuk perut kopi ini lumayan bersahabat. Tapi kalau lagi sakit maag parah sih sebaiknya jangan coba2 ngopi.

Kesimpulannya, menurut saya nih kopi oke, gak bikin perut uneasy, mudah didapat, dan ada kemasan kecilnya yg 100 g jd bisa coba2 dulu. Lebih enak pake coffee maker/drip daripada seduh langsung. Tapi bagi yg suka nikmatin kopi yg gak pahit dan suka asem2 kopi, sepertinya boleh pilih tipe lain.