Wednesday, January 6, 2016

Pengelolaan wc kucing

Beginilah pengelolaan wc kucing (cat litter) ala saya... ada beberapa hal yang harus diperhatikan dari pengelolaan wc ini :D
1. Siapkan alat dan bahan
Alat: sediakan baskom plastik berbentuk kotak setinggi kurang lebih 10 cm, lebar x panjang 20x30 cm, warnanya bebas. Saya pilih yg terbuat dari plastik supaya bisa dicuci dan disikat. Sediakan juga sendok pasir (untuk mengambil pasir kotor dan pup), gelas plastik bekas (untuk mengambil pasir bersih), sarung tangan karet, ember, keranjang yang ada lubang2 kecil (sediakan untuk mengeringkan pasir yang sudah dicuci).
Bahan: pasir zeolit yang bisa dicuci, saya lebih cenderung ke pasir ini daripada pasir wangi karena selain lebih murah juga bisa dipakai ulang, jadi ga buang banyak sampah. Siapkan juga deterjen dan pemutih berbahan dasar NaOCl untuk mencucinya.
Masukkan pasir bersih sebanyak kira-kira ketinggian 4-5 cm di kotaknya.

2. Ajari kucing untuk buang air di pasir
Personally, cara saya mengajari kucing pup di pasir adalah menaruh pasir di kandangnya sejak dia kecil (kira-kira usia 2 bulan), tiap pagi dan malam sesudah makan. Dalam waktu seminggu pengalaman saya, waktu dia keluar kandang dia sudah bisa buang air di kotak pasir yang disimpan di luar kandang.

3. Simpan kotak pasir di tempat yang jauh dari tempat kita beraktivitas
Sebaiknya disimpan di tempat kering seperti laundry room (ruangan di rumah yg ada mesin cucinya, tong sampah dan tempat cuci piring), atau di kebun tapi harus agak mojok, karena kucing tidak suka kalau pup sambil diintip dan diintai ^^;

4. Membuang hasil ekskresi kucing
Nah, bagian ini memang agak ribet dan membutuhkan ketelatenan. Kucing biasanya pipis beberapa kali sehari dan pup 2x sehari, tiap sore dan pagi. Untuk membersihkan wcnya, pup yg sudah ada di pasir kita sisihkan, pungut bisa menggunakan sendok pasir, bisa pakai sumpit, bisa pakai sarung tangan karet, dan buang. Dibuangnya juga bisa ke tukang sampah (masukkan dulu ke kertas/kresek dan tutup rapat, disatukan dengan sampah organik) atau bisa dikubur di kebun. Jangan sekali-kali membuangnya ke selokan, karena pasirnya bisa menyumbat saluran air (kecuali kalau pupnya benar-benar dibersihkan dulu dari pasir... tapi... males bangettt).
Kalau untuk pipisnya.... nah bagian pasir ber-urine inilah yang harus dicuci ^^.

5. Mencuci pasir zeolit
Masukkan pasir yang sudah dipakai pipis oleh kucing ke ember berisi air, usahakan perbandingan pasir dengan air, jangan terlalu banyak pasirnya. Pastikan tidak ada lagi feses kucing di pasir kotor tersebut. Setelah itu aduk pasir dengan peranti berbentuk panjang atau pakai tangan yang sudah menggunakan sarung tangan karet, buang airnya, sisihkan pasir, isi lagi dengan air bersih, baru tambahkan deterjen. Aduk-aduk lagi dan bilas sampai bersih, sampai deterjennya hilang dan air menjadi jernih. Masukkan pemutih (desinfektan) ke pasir yang sudah terendam air dan biarkan selama 3-6 jam. Setelah itu aduk-aduk lagi, bilas dengan air bersih sampai 3x, atau kalau saya kadang membersihkan bagian ini saat hujan, jadi pakai air hujan yang ditampung supaya hemat air ^^. Lalu dikeringkan dengan memasukkan pasir itu ke keranjang yang lubangnya cukup (jangan sampai pasirnya lolos).
Setelah dikeringkan di sinar matahari sampai kering (sesuai keadaan, hehe) baru pasir bisa dipakai lagi.

Semoga bermanfaat...